Woow, waktunya untuk bersenang-senang.. Inilah wajah-wajah ceria sebelum berangkat. Prepare nya ribet banget he..he..he.. Emm sedikit berbagi,, foto diatas hanyalah sebagian kecil saja, kebetulan ini aku dapet bis 2 yang isi nya hanya 4 cewe. Heh???? jangan kaget dong, maklumlah jurusan ku kebetulan dominan cowo sih. Tapi mereka uda kayak sodara, kebersamaan mereka bener-bener dapet deh. 2 jempol buat teman-teman ku...
Ridha'plugs Part II
share your knowlegde... We can do anything that we desire
Senin, 30 April 2012
prepare for KI (kunjungan industri)
Woow, waktunya untuk bersenang-senang.. Inilah wajah-wajah ceria sebelum berangkat. Prepare nya ribet banget he..he..he.. Emm sedikit berbagi,, foto diatas hanyalah sebagian kecil saja, kebetulan ini aku dapet bis 2 yang isi nya hanya 4 cewe. Heh???? jangan kaget dong, maklumlah jurusan ku kebetulan dominan cowo sih. Tapi mereka uda kayak sodara, kebersamaan mereka bener-bener dapet deh. 2 jempol buat teman-teman ku...
Senin, 23 April 2012
Goresan tangan
wow... nggak terasa, sudah cukup lama, blog ini nggak tersentuh, akibat aktivitas yang padat. hehe kek artis aja.
bagitu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. mulai dari yang senang, sedih, kek gado-gado lah haha..
emm pengen berbagi cerita nie...
penasaran?? ikut yuh..
bagitu banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. mulai dari yang senang, sedih, kek gado-gado lah haha..
emm pengen berbagi cerita nie...
penasaran?? ikut yuh..
Selasa, 08 November 2011
NFS (Network File System )
A. Pendahuluan
NFS adalah salah satu layanan yang dapat memungkinkan suatu komputer melakukan proses mount direktori atau peralatan pada komputer lain. Network File System awalnya dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 1984. NFS memungkinkan seorang user pada komputer klien untuk mengakses file dalam sebuah jaringan, seperti halnya mengakses local storage. Hal ini dapat terjadi melalui proses exporting (Proses dimana NFS server menyediakan remote client dengan akses terhadap file di dalamnya) dan mounting.
Tujuan NFS adalah untuk memungkinkan terjadinya pertukaran sistem berkas secara transparan antara mesin-mesin independen. Hubungan yang terjadi didasarkan pada hubungan client-server, menggunakan perangkat lunak NFS server dan NFS client yang berjalan di atas workstation. NFS didesain agar dapat beroperasi di lingkungan yang heterogen, bersifat independent terhadap system operasi, atrsitektur jaringan, dan transfer protocol. Artinya, sistem yang menggunakan NFS service bisa saja dibuat oleh vendor yang berbeda, menggunakan sistem operasi yang berbeda, dan terhubung pada arsitektur jaringan yang berbeda. NFS umumnya menggunakan protokol Remote Procedure Call (RPC) yang berjalan di atas UDP dan membuka port UDP dengan port number 2049 untuk komunikasi antara client dan server di dalam jaringan. Client NFS selanjutnya akan mengimpor sistem berkas remote dari server NFS, sementara server NFS mengekspor sistem berkas lokal kepada client. Mesin-mesin yang menjalankan perangkat lunak NFS client dapat saling berhubungan dengan perangkat lunak NFS server untuk melakukan perintah operasi tertentu dengan menggunakan request RPC. Adapun, hal-hal yang dapat dilakukan oleh NFS adalah sebagai berikut:
- Mencari berkas di dalam direktori
- Membaca kumpulan direktori
- Memanipulasi link dan direktori
- Mengakses atribut berkas
- Membaca dan menulis berkas.
Fungsi uama Network File System adalah:
- Melakukan File sharing antara komputer-komputer yang terhubung dalam sebuah jaringan.
- Menjembatani akses data secara bersamaan dari server yang berbeda-beda.
Keuntungan Network File System
- Local workstation menggunakan disk space yang lebih sedikit karena data-data yang banyak digunakan bisa disimpan pada satu mesin dan tetap dapat diakses oleh yang lain melalui jaringan.
- User tidak perlu membuat home directory terpisah untuk setiap mesin pada jaringan. Cukup membuat satu pada NFS server dan dibuat agar dapat diakses oleh seluruh mesin.
B. Tujuan
- Mahasiswa mampu memahami pengertian, tujuan dan kegunaan dari Network File System (NFS)
- Mahasiswa mampu menginstall NFS
- Mahasiswa mampu mengaplikasikan NFS
- Mahasiswa mampu membuat jaringan sederhana.
C. Cara Install / Pengerjaan
Setting Network File Sharing -NFS – di sisi Server/Host
1. Instal Paket NFS
#sudo apt-get install nfs-kernel-server nfs-common portmap 2. Konfigurasi paket portmap
(pilih no jika ditanya untuk bind loopback)
#sudo dpkg-reconfigure portmap (pilih no jika ditanya untuk bind loopback)
3. Edit file /etc/exports
#sudo vi /etc/exports Sisipkan parameter2 berikut untuk akses full read-write dari beberapa client
/Data 192.168.2.1/24(rw,no_root_squash,async)
- /Data >> lokasi folder yg akan di shared
- 192.168.2.1/24 >> IP client yg boleh akses shared folder (192.168.2.2 – 192.168.2.254)
- (rw,no_root_squash,async) >> Permissions attribute, dalam hal ini full read-write
- 192.168.2.1/24 >> IP client yg boleh akses shared folder (192.168.2.2 – 192.168.2.254)
- (rw,no_root_squash,async) >> Permissions attribute, dalam hal ini full read-write
untuk akses read-only dari hanya satu Client, sisipkan parameter berikut
/Data 192.168.2.2 (ro,async)
4. Restart dan aktifkan NFS Server
#sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart #sudo exportfs -a Setting Network File Sharing – NFS – di sisi Client
1. Instal Paket NFS Client
#sudo apt-get install portmap nfs-common 2. Konfigurasi paket portmap
(pilih no jika ditanya untuk bind loopback)
#sudo dpkg-reconfigure portmap (pilih no jika ditanya untuk bind loopback)
3. Buat folder lokal untuk me-mount shared folder di server
#sudo mkdir /media/Data 4. Mount manual shared folder di server ke folder lokal
- 192.168.2.1 >> ip address NFS server
- /Data >> Shared folder pada NFS server
- /media/Data >> mount point pada Client
#sudo mount 192.168.2.1:/Data /media/Data - 192.168.2.1 >> ip address NFS server
- /Data >> Shared folder pada NFS server
- /media/Data >> mount point pada Client
5. Restart portmap dan NFS Client
#sudo /etc/init.d/portmap restart #sudo /etc/init.d/nfs-common restart 6. Edit file /etc/fstab untuk automount pada saat restart/booting
#sudo vi /etc/fstab sisipkan parameter berikut
192.168.2.1:/Data /media/Data nfs rw,hard,intr 0 0
Sampai tahap ini seharusnya anda sudah bisa sharing atau berbagi file dan folder dengan komputer Linux lainnya di jaringan lokal anda,
Referensi :
Selasa, 01 November 2011
DHCP (Dynamic Configuration Protocol)
- Pendahuluan
DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.
Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.
Kelebihan DHCP
1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
2. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
4. Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
5. Mencegah terjadinya IP conflict.
Kekurangan DHCP
• Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung
- Tujuan
Tujuan dari praktikum materi DHCP tentunya terdapat beberapa aspek yang harus dicapai yaitu
- Mahasiswa mampu menginstall DHCP
- Mahasiswa mampu mengaplikasikan DHCP
- Mahasiswa mampu membuat suatu jaringan sederhana
- Cara Instalasi
- Masuk ke terminal dengan memilih Application > Accessories > Terminal.
- Selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut:
Step 1 : Install DHCP Server
Sudo apt-get install dhcp3-server
Step 2 : Open File : /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Sudo nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
Step 3 : Edit it..
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.0.100 192.168.0.200;
option domain-name-servers 192.168.0.5;
option domain-name "debian.com";
option routers 192.168.0.5;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
}
Step 4 : Save it with CTRL + X , then restart dhcp
Sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
Praktikum di Lab:
Setelah DHCP di install dengan perintah pada step 1 yaitu
#sudo apt-get install dhcp3-server
Maka terlebih dulu mengecek IP pertama sebelum dhcp digunakan. Tujuannya hanya melihat perubahan IP setelah dhcp digunakan,tentunya dengan perintah :
#ifconfig
Hasil
Kemudian melakukan konfigurasi dengan perintah
#sudo nano /etc/dhcp3/dhcp.conf
Hasil
Tujuan konfigurasi diatas untuk menentukan range IP yang akan digunakan atau batasan IP.
Setelah itu file diatas di Save dengan ctrl X, kemudian restart dengan perintah
#sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart
Hasil
Apabila IP nya belum berubah maka kita lakukan perintah :
#sudo nano /etc/network/interfaces
Isi dari perintah diatas sebagai berikut
Kemudian di save dengan crtl X, selanjutnya lakukan restart, seperti gambar dibawah
Setelah selesai maka dapat di cek kembali apakah terjadi perubahan IP yang kita miliki dengan perintah : #Ifconfig
Hasil
Maka terlihat pada gambar diatas bahwa terjadi perubahan.
Oke sekian materi dari saya…semoga bermanfaat.. gomawo ^^
Referensi
Selasa, 18 Oktober 2011
SSH (Secure Shell)
A. Pendahuluan
Pada awalnya SSH dikembangkan oleh Tatu Yl nen di Helsinki University of Technology. SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote session tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin.Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi DNS. Selain itu SSH mendukung beberapa protocol enkripsi secret key untuk membantu memastikan privacy dari keseluruhan komunikasi, yang dimulai dengan username/password awal .
1. Dapat memahami penggunaan service secure shell, secure copy dan secure ftp pada sistem operasi unix/linux.
2. Mampu melakukan instalasi dan konfigurasi ssh untuk meningkatkan keamanan data.
3. Dapat memahami kelebihan penggunaan secure shell dibanding service telnet, ftp dan perintah remote lainnya.
C. Cara Instalasi/Pengerjaan
SSH (Secure Shell)
Adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Dikembangkan pertamakali oleh OpenBSD project dan kemudian versi rilis p (port) di-manage oleh team porting ke sistem operasi lainnya, termasuk sistem operasi Linux. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Bentuk akses remote yang bisa diperoleh adalah akses pada mode teks maupun mode grafis/X apabila konfigurasinya mengijinkan. scp yang merupakan anggota keluarga ssh adalah aplikasi pengganti rcp yang aman, keluarga lainnya adalah sftp yang dapat digunakan sebagai pengganti ftp.
Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi. Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya. Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh,Fitur-fitur SSH
Protokol SSH menyediakan layanan sbb.:
- Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.
- Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.
- Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.
Client dapat memforward aplikasi Xwindows / X11 ke server, layanan ini dibuat . tentunya dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda dirusak setelahnya.
Lebih jauh lagi, SSH memungkinkan kita mengamankan koneksi dari pembajakan (Anda sedang terhubung sebagai root ke server, tiba-tiba di tengah jalan ada sabotase, yang tanpa perlu tahu username maupun password Anda bisa langsung melanjutkan sesi Anda yang sedang aktif, dan tentu saja dengan hak sebagai root).
Cara instalasi
- Masuk ke Terminal. Dengan memilih Application > Accessories > Terminal.
- Ketikan perintah berikut : #sudo apt-get install openssh-server
- Tunggu proses tersebut sampai selesai...
install ssh
Konfigurasi SSH
Setelah menginstal SSH, Buka file sshd_config pada teminal dengan perintah
# sudo nano /etc/ssh/sshd_config
Cari tulisan port 22, kemudian port 50004
Ket : Pergantian port ini dimaksudkan agar port ssh kita tidak mudah ditebak orang, kalau bisa kita memakai port sesuai dengan kebutuhan. Port 50004 adalah sebuah permisalan.
Selanjutnya cari tulisan 'PermitRootLogin yes', ganti dengan 'PermitRootLogin no'. Simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter.
Ket : PermitRootLogin = sintak ini digunakan untuk memberikan permit ke root apakah diperbolehkan untuk mengakses atau tidak. opsi “yes” digunakan untuk memperbolehkan akses sebagai root, sebaliknya opsi “no” digunakan untuk melarang login ssh sebagai root. jangan biarkan akses ssh sebagai root, celah ini bisa di manfaatkan para cracker untuk masuk ke dalam sistem. kok bisa ? ya… coz cracker itu biasanya tidak tahu account yg ada di kompie, nah account umum yang ada di setiap kompie adalah root, jadi si cracker itu bisa aja coba-coba memasukkkan password si root pake metode brute force ato metode-metode lain.
Untuk mencoba setelah di konfigurasi, coba lakukan dengan perintah
#ssh username@ping -p portbaru
Untuk menjalankan SSH, terlebih dulu di restart dengan perintah
#sudo /etc/init.d/ssh restart.
Meremote server menggunakan SSH Client di terminal
#ssh username@hostname atau ssh username@nomor_IP
#ssh username@hostname atau ssh username@nomor_IP
untuk masuk ke ssh yang dituju
Ket : Bagi yang memakai sistem operasi Windows gunakan aplikasi PuTTY sebagai SSH Client.
SCP (Secure Copy)
Secure Copy atau SCP merupakan fasilitas untuk melakukan transfer data secara terenkripsi dari satu komputer ke komputer lainnya. Protokol ini berjalan pada port 22, dan membutuhkan akses shell (apabila linux) pada kedua server.
Karena paket data yang ditransfer terlebih dahulu dienkripsi, maka akan terjadi degradasi kecepatan transfer data tersebut, sekitar 60-70% lebih lambat dari pada apabila menggunakan FTP ataupun wget dari HTTP.
SCP merupakan tool yang disediakan linux dan biasanya sudah termasuk dalam paket instalasi linux awal sehingga kita tidak perlu melakukan install lagi. SCP berfungsi untuk melakukan transfer file dari jaringan local ke remote jaringan dengan menggunakan protokol SSH.
Berikut beberapa contoh penggunaan SCP untuk melakukan transfer data. Gantikan username dengan username anda di pc remote dan ip.address.pc.remote dengan ip address pc remote. Sesuaikan juga informasi path dan nama file dengan kondisi anda.
Kopi “file.txt” dari komputer remote ke komputer lokal kita;
#scp username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/file.txt /path/pc/lokal/Kopi “file.txt” dari komputer lokal ke komputer remote;
#scp /path/pc/lokal/file.txt username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/Kopi direktori “dirlokal” di pc local ke dalam direktori “dirremote” di pc remote
#scp -r /path/pc/lokal/dirlokal username@ip.address.pc.remote:/path/di/pc/remote/dirremoteKopi “file.txt” di pc remote A ke pc remote B
#scp username@ip.address.pc.A:/path/pc/A/file.txt username@ip.address.pc.B:/path/di/pc/B/Mengkopi secara recursive isi direktori dapat dilakukan dengan *, begitu juga denga multiple file dapat dilakukan melalui filter regex lainnya.
Atau dalam menjalankan SCP dapat melalui perintah
scp SourceFile user@host:directory/TargetFile
scp user@host:/directory/SourceFile TargetFile
scp user@host:/directory/SourceFile TargetFolder
Dengan perintah diatas maka proses copy data akan menjadi mudah.
SFTP (Secure File Transfer Protocol)
SFTP (Secure File Transfer Protocol) adalah proses transfer file yang menggunakan protokol SSH.
Perintah-perintah berikut ini akan berhubungan dengan service sftp. Jika anda duduk di kiri, ketiklah perintah berikut ini. Jika anda duduk sebelah kanan, sesuaikan dengan perintah sejenis.
# hostname -- catat nama hostnya
# su –l userkiri -- mengganti user
$ pwd -- home dir. userkiri
$ whoami
# sftp pckanan
userkiri@pckanan's password: *******
Last login: Wed May 5 08:46:13 2004
sftp> whoami
sftp> finger -- ada berapa orang yang login ?
sftp> hostname -- skr anda ada dimana ?
sftp> pwd -- dimana home direktory anda ?
sftp> exit
$ hostname -- kembali ke pc asal
# su –l userkiri -- mengganti user
$ pwd -- home dir. userkiri
$ whoami
# sftp pckanan
userkiri@pckanan's password: *******
Last login: Wed May 5 08:46:13 2004
sftp> whoami
sftp> finger -- ada berapa orang yang login ?
sftp> hostname -- skr anda ada dimana ?
sftp> pwd -- dimana home direktory anda ?
sftp> exit
$ hostname -- kembali ke pc asal
Mencoba upload dan download file
Pertama buatlah beberapa file di PC anda, lalu upload ke PC sebelah menggunakan perintah sftp.
Pertama buatlah beberapa file di PC anda, lalu upload ke PC sebelah menggunakan perintah sftp.
$ cd
$ hostname >namapcku
$ whoami > loginku
$ echo $HOME > homedirku
$ mkdir dataku
$ cp /etc/g* /home/dataku
$ ls –l
# sftp userkiri@pckanan
userkiri@pckanan's password: *******
sftp> ? -- baca & pelajari helpnya
sftp> mput * -- upload file
sftp> lpwd -- local dir.
sftp> lls -- local ls
sftp> lcd dataku -- cd dataku di local pc
sftp> lpwd -- local pwd
sftp> mkdir datakuremote -- buar dir baru di remote pc
sftp> cd datakuremote
sftp> mput * --upload semua file di dataku (local pc)
--ke datakuremote (remote pc)
sftp> ls -- ls di remote pc
sftp> pwd -- pwd di remote pc
sftp> lls -- ls di local pc
sftp> lpwd -- pwd local pc
sftp> cd /etc
sftp> ls
sftp> lmkdir hasildownload
sftp> lcd hasildownload
sftp> mget passwd* -- download file
sftp> mget group*
sftp> mget host*
sftp> ls
sftp> lls
sftp> bye
$ hostname -- kembali ke pc asal
$ hostname >namapcku
$ whoami > loginku
$ echo $HOME > homedirku
$ mkdir dataku
$ cp /etc/g* /home/dataku
$ ls –l
# sftp userkiri@pckanan
userkiri@pckanan's password: *******
sftp> ? -- baca & pelajari helpnya
sftp> mput * -- upload file
sftp> lpwd -- local dir.
sftp> lls -- local ls
sftp> lcd dataku -- cd dataku di local pc
sftp> lpwd -- local pwd
sftp> mkdir datakuremote -- buar dir baru di remote pc
sftp> cd datakuremote
sftp> mput * --upload semua file di dataku (local pc)
--ke datakuremote (remote pc)
sftp> ls -- ls di remote pc
sftp> pwd -- pwd di remote pc
sftp> lls -- ls di local pc
sftp> lpwd -- pwd local pc
sftp> cd /etc
sftp> ls
sftp> lmkdir hasildownload
sftp> lcd hasildownload
sftp> mget passwd* -- download file
sftp> mget group*
sftp> mget host*
sftp> ls
sftp> lls
sftp> bye
$ hostname -- kembali ke pc asal
Testing
Perbedaan Telnet dan SSH
Disini dapat kita lihat SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote session tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin.Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi DNS. Aplikasi seperti Telnet tidak menggunakan enkripsi sedangkan SSH dilengkapi dengan enkripsi. Sebab itulah SSH (Secure Shell) dapat memberi keamanan yang lebih daripada Telnet atau rlogin. Banyak orang menggunakan Telnet sebagai aplikasi jaringan mereka. Sebenarnya hal tersebut kurang begitu aman sebab dalam proses mengirim atau menerima data memungkinkan sesion kita terlihat dalam bentuk text. Sehingga orang yang jahil yang masuk ke network kita dapat mengetahui username, password, atau perintah-perintah yang kita baca
Referensi :
Langganan:
Postingan (Atom)












